Galakkan Budaya Literasi, Matsadoi Programkan Mading Kelas

Tanjung Raja, Humas.

Guna menggalakkan budaya literasi kepada siswa, MTsN 2 Ogan Ilir (Matsadoi) memprogramkan Mading Kelas hal ini disampaikan Pembina Jurnalistik MTsN 2 Ogan Ilir Sukamti, M.Pd saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (11/4).

Literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Kita mengenalnya dengan istilah melek aksara. Literasi juga diartikan sebagai kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Literasi tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana bagi siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatnya dari kegiatan pembelajaran.

Keterampilan literasi menjadi sesuatu yang substansial bagi para siswa. Karenanya, MTsN 2 Ogan Ilir melalui Bidang Informasi dan Humas, salah satu bidang di bawah OSIM, mencanangkan program mading kelas sebagai salah satu sarana menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi siswa.

“Majalah dinding atau disingkat dengan mading adalah salah satu jenis media komunikasi massa tulis yang paling sederhana. Mading akan menjadi sarana bagi para siswa untuk berkreasi serta menuangkan ide-ide yang mereka miliki. Jika mading (majalah dinding) dapat dikelola dengan baik maka para siswa akan memiliki wadah yang tepat untuk mengembangkan keterampilan literasi mereka,” ujar ibu Sukamti, M.Pd. selaku pembina jurnalistik MTsN 2 Ogan Ilir.

“Jika mading mampu dihidupkan, maka keterampilan literasi anak akan berkembang. Pengelolaan mading yang baik akan mampu menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan literasi siswa,” tambah guru yang mengampu mapel Bahasa Indonesia ini.

Hasil karya siswa yang dipajang di mading mengalami rotasi agar tidak menimbulkan kejenuhan. Rotasi tersebut dapat dilakukan setiap dua seminggu sekali. Isi mading juga bervariasi sesuai tema yang telah dijadwalkan sehingga menarik minat para siswa untuk selalu membaca hasil karya yang ditampilkan di mading.

“Para siswa akan meluangkan waktunya untuk melihat dan menikmati hasil karya yang dipajang di mading. Mereka akan melakukan kegiatan literasi membaca ini secara rutin yang pada akhirnya akan menjadi sebuah pembiasaan,” jelas Muamar Kadafi selaku pembina OSIM MTsN 2 Ogan Ilir.

“Melalui gerakan mading ini diharapkan kemampuan siswa dalam memahami dan mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca meningkat, menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik dalam diri siswa, meningkatkan kemampuan siswa dalam memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis, meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat serta meningkatkan nilai kepribadian siswa melalui kegiatan membaca dan menulis,” pungkasnya. (Jurnalis Matsadoi)